Imunisasi Hepatitis B: Apa, Kenapa, dan Kapan Diberikan

Imunisasi Hepatitis B

Pemerintah telah menetapkan 5 imunisasi wajib yang harus diberikan pada bayi usia 0-11 bulan yaitu polio, BCG, hepatitis b, DPT, dan campak. Imunisasi bayi yang paling awal diberikan pada bayi adalah vaksin hepatitis b karena salah satu penularan penyakit ini adalah melalui jalur ibu ke anak. Imunisasi bayi ini bertujuan untuk memberi kekebalan pada bayi dari infeksi penyakit tertentu yang bisa menyerangnya karena daya tahan bayi masih lemah. Apalagi jika sang ibu telah mengidap penyakit hepatitis b, maka dokter biasanya segera memberinya imunisasi hepatitis b supaya tidak tertular penyakit ini. Sebagaimana telah diketahui bahwa di antara penyakit hepatitis yang lain, penyakit hepatitis b merupakan penyakit yang paling berbahaya karena inti dari virus ini langsung masuk dan menetap di dalam hati.

Bayi dengan daya tahan tubuh lemah akan mudah tertular penyakit ini, dan jika bayi telah terinfeksi virus ini maka resiko menderita kanker hati ketika dewasa nanti menjadi lebih besar. Imunisasi bayi adalah memasukkan bibit penyakit tertentu yang telah dilemahkan ke dalam tubuh bayi dengan tujuan supaya tubuh bayi tersebut membentuk antibodi yang dapat melawan penyakit tersebut jika kelak menginfeksinya. Imunisasi bayi ada yang dilakukan melalui suntikan ada pula yang melalui oral atau diteteskan ke dalam mulut. Imunisasi hepatitis b selain untuk memberi kekebalan pada bayi terhadap penyakit ini, juga berguna untuk mengurangi penyebaran penyakit hepatitis b.

Selain melalui jalur ibu ke anak, penularan hepatitis b juga bisa melalui jarum suntuk, tindik, transfusi darah, dan luka. Jika virus telah menyebar ke dalam darah anak dan bahkan menetap di dalam hatinya maka akan lebih sulit mengobatinya oleh karena itu pemerintah menjadikan imunisasi hepatitis b merupakan imunisasi wajib bagi bayi. Banyak ibu muda yang menunda pemberian imunisasi bayinya karena khawatir akan reaksi dan efek samping dari imunisasi bayi seperti demam, kejang, bengkak pada bekas suntikan sehingga bayi rewel, autis, bahkan cacat. Gejala dari penyakit hepatitis b antara lain kulit dan mata berwarna kuning, badan lemas, mual, muntah, hati membesar dan nyeri jika ditekan, kesadaran menurun. Jika daya tahan bayi lemah dan diperparah dengan malnutrisi maka akan beresiko terjadi komplikasi seperti sirosis hati, varises esofagus, kekurangan produksi protein, kekurangan zat pembeku darah, dan lain-lain.

Imunisasi hepatitis b tidak boleh diberikan saat daya tahan bayi sedang menurun atau bayi telah terinfeksi penyakit ini. Menurut jadwal yang telah dibuat oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, pemberian vaksin hepatitis b dilakukan 3 kali. Imunisasi bayi HB-1 dilakukan 12 jam setelah lahir atau paling lambat 7 hari setelah lahir. Vaksin HB-2 diberikan saat bayi berusia 1 bulan (berselang 1 bulan dari imunisasi pertama). Dan vaksin HB-3 diberikan saat bayi berusia 6 bulan (berselang 5 bulan dari HB-2). Pemberian imunisasi bayi bisa dilakukan di rumah sakit, puskesmas, posyandu, dokter anak, atau bidan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>