Bayi Ngorok: Apakah Berbahaya? Bagaimana Cara Mengatasinya?

mengatasi bayi ngorok

Tidur bayi merupakan saat beristirahat dari kelelahan dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan bayi. Dalam tidur bayi, seringkali ditemui bayi yang memiliki bunyi nafas seperti orang mendengkur. Sebenarnya bayi ngorok adalah hal yang wajar selama tidak mengganggu kesehatan bayi dan memang hal ini sering terjadi pada banyak bayi. Bahkan bayi ngorok bisa menjadi penanda bahwa tidur bayi sangat pulas dan memiliki kualitas tidur yang baik.

Bayi ngorok tidaklah berbahaya jika tetap bisa beraktivitas dengan baik, masih bisa makan atau menyusui dengan lancar, dan tidak mengalami gangguan penyakit atau demam. Bayi ngorok ini disebabkan karena terjadinya penyumbatan pada jalan napasnya. Jadi pada saat bayi ngorok, aliran udara yang masuk dan keluar melalui hidung tidak lancar akibatnya timbul bunyi nafas.

Beberapa bayi mengalami penyumbatan saluran nafas karena banyak faktor. Misalnya karena bayi memiliki riwayat alergi seperti alergi debu, binatang, asap rokok dan sebagainya. Jika hal ini yang terjadi, maka cara mengatasinya adalah mengenali alergi bayi terlebih dulu dan hindarkan dari pemicunya. Selain itu, bayi ngorok bisa menjadi pertanda dia mengalami obesitas. Jika hal ini yang terjadi maka pola makan bayi harus mulai dijaga. Bisa juga bayi ngorok karena sedang flu. Cara mengatasi bayi ngorok karena flu adalah dengan menegakkan tubuh bayi dengan menyangganya menggunakan tangan kemudian mengusap dadanya secara pelan. Bisa juga mengatasi dengan meletakkan bayi agar tengkurap lalu menepuk punggungnya. Namun jangan melakukan hal ini jika bayi baru saja makan.

Cara lain untuk mengatasi bayi ngorok adalah dengan mengubah posisi saat tidur yakni memiringkannya. Memiringkan posisi tidur bayi bisa lebih memperlancar saluran nafas dan mengurangi suara ngorok. Cara lainnya adalah dengan bersabar karena mengorok ini akan hilang dengan sendirinya. Semakin bayi mengalami pertambahan usia, suara mengoroknya pun akan berkurang bahkan hilang sama sekali. Jika dirasa dengkurannya mengganggu aktivitas bayi maka konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang sesuai mengingat penyumbatan saluran nafas bisa dipicu oleh banyak hal.

15 comments on “Bayi Ngorok: Apakah Berbahaya? Bagaimana Cara Mengatasinya?

  1. :* ♏αα º°˚ ˚°καçϊϊϊн….¨;;) ya… Dok cz farah anak saya jg ngorok da bwa ke dokter katanya tidak ada masalah nnti hilang sendiri klu usianya 8blnan.

  2. Makasihhh,,,,,de Irsal jga klo tdur mlem ngoroknya hampir sma ma ayahnya,kirain ada apa2,tp اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِيْ sehat…

  3. Makasih atas infonya,.. De Fiqa kalo bo2 ngorok juga, saya kira kenapa2, Kata dokter sih karna alergi dingin, tapi disaat bo2 siang hari juga masih ngorok, untuk aktifitasnya gak ada masalah,… alhamdulillah jadi gak was was

  4. bayiku juga ngorok sejak lahir tuch..sekarang usianya hampir 2 bln..moga aja ga ada apa2 ada yang bilang mungkin keminum air kawah waktu lahir…jadi takut juga sich…
    Tolong donk share pengalaman yang sama..trims..

  5. dok..pas lahir cek k dokter ada pembesaran thimus dadanya cekung, skrg sudah 10 bulan. kalo tidur ngorok seperti orang Tua tidur. saya udah cek k dokter katanya alergi dari susu. Dan sy sudah ganti susu buat yg alergi tp masih ngga hilang ngorok.
    dampaknya bahaya ngga sih dok?

  6. ya tuh..anak saya jg ngorok..baru umur 6 minggu..tp g sakit..tetap menyusu sprti biasa..jd lega deh..makasih y dokter…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>