Tanda-Tanda Balita Buta Warna

bayi buta warna

Kesehatan bayi merupakan hal terpenting bagi perkembangannya kelak. Pada umumnya jika kesehatan bayi berjalan dengan normal, pada usia 4 tahun anak bayi sudah dapat membedakan beragam perbedaan warna dengan bahasa verbal, setidaknya warna-warna primer. Dengan demikian jika bayi mengalami buta warna, orang tua dapat mendeteksinya pada usia ini. Tetapi perlu dipahami bahwa buta warna memiliki 2 jenis, yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Tanda-tanda bayi buta warna dapat berupa hal-hal berikut,

1. Memiliki warisan genetik.
Bayi buta warna disebabkan karena faktor genetik dari orang tua. Jika orang tua mengalami buta warna maka 50% kemungkinannya anak akan mewarisi kelainan kromosom yang menyebabkan cacat pada retina mata, sehingga mengalami buta warna. Genetik merupakan tanda pertama yang dapat menjadi pegangan bagi orang tua untuk dapat mendeteksi bayi buta warna sejak dini.

2. Hanya dapat melihat warna hitam, putih, dan abu-abu.
Pada anak bayi dengan kondisi ini retina matanya hanya dapat menangkap pantulan cahaya berwarna hitam dan putih saja, maka ia melihat semua benda dengan hitam dan putih, ini disebut dengan buta warna total.

3. Tidak dapat membedakan 2 jenis warna tertentu.
Tanda ini merupakan salah satu bentuk bayi buta warna parsial. Biasanya anak bayi akan sulit untuk membedakan 2 jenis warna tertentu, misalnya biru dengan kuning atau hijau dengan merah.

4. Menyebutkan 2 warna dengan satu nama.
Pada kondisi ini bayi buta warna sulit membedakan dua warna lembut, sehingga menyebut keduanya dengan satu nama, misal merah muda dan hujau muda disebut sebagai putih.

5. Menempelkan warna yang salah pada gambar objek.
Meskipun ini tidak selalu menunjukkan bahwa bayi buta warna, tetapi perlu dipantau bila anak juga kesulitan membedakan warna yang lain.

Bagi para ibu yang ingin mengetahui ciri-ciri bayi buta warna, beberapa metode sederhana berikut diharapkan dapat membantu.

• Anak bayi usia 4 tahun tidak dapat menyebutkan jenis warna suatu objek yang ditunjukkan oleh ibu dengan benar. Misal daun berwarna hijau disebutkan oleh anak dengan warna merah atau coklat.

• Buatlah gambar daun dan minta anak mengambil crayon untuk mewarnai daun tersebut. Jika anak selalu menggunakan warna merah untuk mewarnai daun maka bisa jadi buah hati mengalami buta warna dengan melihat semua objek berwarna hijau menjadi merah.

• Buatlah lingkaran-lingkaran bersambung dengan warna-warna lembut, misal merah muda, kuning muda, hijau muda, dan putih. Jika anak menyebut semua warna tadi dengan putih maka kemungkinan ia buta warna.

• Seperti pada poin sebelumnya, gantilah lingkaran tadi dengan warna-warna terang dan lembut berselang-seling, misalnya hitam, kuning, merah, merah muda, biru , dan hijau muda. Minta anak menyebutkan satu persatu warna dalam lingkaran tadi, jika anak hanya dapat menyebutkan semua warna dengan hitam dan putih saja maka ia mengalami buta warna yang hanya dapat melihat semua objek dengan warna hitam dan putih.

• Pada selembar kertas putih buatlah titik-titik bersambung yang membentuk suatu pola gambar dengan suatu warna lembut. Kemudian mintalah anak menyempurnakan gambar tersebut dengan menghubungkan titik-titik tadi, jika anak tidak dapat melihat pola gambar tadi, maka kemungkinan anak mengalami buta warna.

 

One comment on “Tanda-Tanda Balita Buta Warna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>